Sabtu, 15 September 2012

101



Dawai gemetar mengalun merdu
Ditempa jemari legam penuh peluh
Diatas patas bergemuruh seruan jiwa
Dengan saksi sederet bangku

Sebuah nada sayup dimainkan
Kata manis namun sadis
Menceritakn para tikus busuk berdasi
Demi segenggam receh dari kantung kami

Sebuah ironi negeri ini
Anak negri yang terlantar di ibu pertiwi
Aku jadi berfikir sendiri
Sial benar mereka yang duduk di atas kursi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar