Rabu, 19 September 2012

menjawab mimpi

Malam menjawab mimpiku
mengalun merdu bahasa cinta dari hatiku
penantian ku menghadirkan bidadari hati
akhirnya kau tak hanya jadi mimpi

Dari sini kita awali
merajut helai-helai hati
melepas butir-butir pelangi
bernyanyi di atas bunga-bunga pagi

Akan ku dekap kau kasih
ku peluk mesra
dalam nyanyian dewa-dewi
dalam hangatnya mentari 

Selasa, 18 September 2012

17.00

Riuh itu memberi ku jiwa baru
obrolan ringan dan senda gurau
mengisi sela-sela hati
dijamah senja sore hari

Membicarakan dunia
dengan rokok dan secangkir kopi
berbagi pelangi dalam diri
menembus batas mimpi

Disini kami melepas angan dari fikiran
menerbangkannya ke langit pagi
menggurat gambaran masa depan
menari di atas pelangi

meneguk embun pagi
berlari tanpa henti
mencari berlian dari mimpi
bersama kita di hangat mentari

Senin, 17 September 2012

rindu

Anganku terbang
menembus batasan tak terlihat
hatiku bernyanyi
wajahmu memburat merdu

senyummu hadir dalam fikirku
bak pelangi menyerbu
hatiku berteriak menggebu-gebu
aku rindu !!!

Sabtu, 15 September 2012

kesal

Lagi kau buat aku geram
Muram mengerang-ngerang
Aku telah tawarkan
Tapi kau buang

Maumu apa???
Kau mau aku menari diatas sunyi?
Atau kau ingin aku mati
Dihimpit sepi?

bidadari



Sore itu ku lihat engkau dengan putih abu-abu
Siapa gerangan dirimu manis?
Bidadari dengan senyum tipis
Dengan rambut tergerai melambai

101



Dawai gemetar mengalun merdu
Ditempa jemari legam penuh peluh
Diatas patas bergemuruh seruan jiwa
Dengan saksi sederet bangku

Sebuah nada sayup dimainkan
Kata manis namun sadis
Menceritakn para tikus busuk berdasi
Demi segenggam receh dari kantung kami

Sebuah ironi negeri ini
Anak negri yang terlantar di ibu pertiwi
Aku jadi berfikir sendiri
Sial benar mereka yang duduk di atas kursi.